WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.05(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.05 WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.04(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.04 WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03(2) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03 WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.02(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.02 WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01(2) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01 WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00(2) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00(1) WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.05(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.05
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.04(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.04
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03(2)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.03
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.02(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.02
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01(2)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.01
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00(2)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00(1)
WhatsApp Image 2024-01-31 at 17.21.00

Fiting stainless

Sambungan pipa stainless biasanya juga disebut sebagai fittings di dunia perpipaan. Komponen ini merupakan salah satu bagian vital dalam konstruksi pipeline yang menyambungkan antara satu pipa dengan pipa lainnya ditambah dengan memberikan fungsi yang berbeda. Ada sambungan dari pipa stainless yang berfungsi untuk membelokkan aliran fluida dan ada juga untuk menyambungkan dua pipa berukuran berbeda sehingga mengurangi aliran fluidanya. Selain kedua fungsi ini, masih ada beberapa fungsi lainnya. Sambungan pipa stainless memiliki berbagai jenis dan bentuk yang diklasifikasikan berdasarkan spesifik tertentu. Spesifikasi sambungan pipa stainless ditentukan oleh badan resmi yang menjadi acuan standar perpipaan dan alat kelengkapannya. Secara garis besar, ada 3 asosiasi yang menjadi acuan standar global untuk sambungan pipa stainless, yaitu ASTM, ASME, dan API. Berikut ini penjelasannya. Acuan Standar Global untuk Pipa   ASTM ASTM diciptakan pada tahun 1988 oleh para insinyur dan ilmuwan dari Pennsylvania Railroad yang awalnya dikenal sebagai American Society of the International Association for Testing and Materials. Tujuannya adalah untuk mengatasi dan mencegah kerusakan rel yang sering terjadi yang mengganggu industri dengan mengembangkan standar yang akan memastikan produk kereta api berkualitas lebih tinggi.   Seiring berjalannya waktu, ASTM bukan hanya menjadi standar produk kereta api. ASTM juga mengatur tentang spesifikasi, metode testing, klasifikasi, terminologi standar, dan pedoman praktek dalam dunia logam, serta tentunya perpipaan.   ASME ASME didirikan pada tahun 1880 sebagai The American Society of Mechanical Engineers. ASME adalah organisasi profesional nirlaba yang memungkinkan kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengembangan keterampilan di semua disiplin ilmu teknik sambil mempromosikan peran vital insinyur dalam masyarakat. Kode dan standar ASME dijadikan sebagai standar global untuk perpipaan juga, khususnya sambungan pipa stainless dan komponen pipa lainnya.   API API merupakan kependekan dari American Petroleum Institute. API didasarkan pada akumulasi keahlian dari berbagai aplikasi dan situasi peralatan. Kode API lebih banyak dijadikan standar tentang inspeksi, perbaikan, perubahan, dan penilaian ulang dalam layanan dari peralatan logam yang sudah ada atau sedang digunakan.   Dari ketiga asosiasi di atas yang dijadikan standar dalam dunia perpipaan, terlahirlah beberapa spesifikasi sambungan pipa stainless yang sering dipakai di dunia perindustrian. Berikut ini beberapa contohnya.   Spesifikasi Sambungan Pipa Stainless   ASTM SA/A403 WP 316/316L Spesifikasi sambungan pipa stainless ini memiliki kandungan karbon yang rendah dan molibdenum sedang yang mampu memberikan ketahanan yang tinggi terhadap oksidasi, serta korosi. Hal ini tentunya sangat baik dalam menahan berbagai fluida yang memiliki tekanan dan suhu yang tinggi. Terdapat sejumlah tes yang dilakukan untuk menguji spesifikasi sambungan ini, seperti adanya uji mekanis, uji PMI, uji IGC, uji ketahanan, uji kekerasan, analisis kimia, dan lainnya.   ASTM SA/A403 WP304/304L Spesifikasi ini mencakup standar untuk sambungan pipa stainless tempa untuk aplikasi perpipaan yang dapat menahan tekanan tinggi. Semua sambungan pipa stainless yang termasuk dalam spesifikasi ini sudah melewati uji heat treatment. Analisis kimia dan produk yang dilakukan sudah sesuai dengan komposisi kimia dalam karbon, mangan, fosfor, belerang, silikon, kromium, molybdenum, dan titanium.   Masih banyak spesifikasi lainnya yang dapat dijadikan acuan sebelum membeli sambungan pipa stainless yang cocok untuk perpipaan Anda. Jangan lupa untuk mengecek kebutuhan lingkungan kerja terlebih dahulu, ukuran komponen yang tepat, dan spesifikasi yang dibutuhkan sebelum membelinya di stockist terpercaya.
Portfolio

related case study.

Stainless steel

Baja nirkarat atau baja tahan karat (bahasa Inggris: stainless steel) adalah material yang mengandung senyawa besi dan setidaknya 12% Kromium

view case study
Besi Hollow

Pengertian Besi Hollow Besi hollow (English : Square Pipe Steel) adalah besi kotak/persegi panjang yang berongga/bolong. Sering di sebut juga

view case study
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu?